Sepanjang pinggir jalan Sungai rangit – Pangkalan bun saja terdapat puluhan bangunan, setidaknya lebih dari 50 bangunan untuk sarang burung walet yang ada, baik masih dalam tahap proses pembangunan maupun sudah jadi dan sudah terlihat banyak burung walet beterbangan di sekitarnya.
Sulistyo, seorang calon pemilik bangunan sarang burung walet yang kami temui menyatakan mengeluarkan cukup banyak modal untuk menyiapkan infrastruktur bangunan, ” setidaknya untuk bangunan saja saya menghabiskan 600 juta rupiah”, imbuhnya. Tentu saja ini belum termasuk biaya pembelian tanah, perijinan,dll. Untuk perijinan sendiri akan dikeluarkan jika setidaknya dalam radius 100 m warga sekitar menyetujui dan menandatangani berkas persetujuan.
Bisnis ini sekilas terlihat sangat menggiurkan, bagaimana tidak..harga normal sarang burung walet tersebut bisa mencapai 15 – 25 Juta rupiah /kg. Meskipun akhir-akhir ini pada bulan oktober harganya turun drastis menjadi sekitar 6-8 juta/kg akibat adanya isu negatif bahwa ada warga hongkong yang meninggal akibat mengkonsumsi makanan yang mengandung sarang burung walet.
Sebenarnya bagaimana sarang burung walet ini bisa menjadi sangat mahal harganya? apa bedanya dengan sarang burung yang lainya?
Sarang burung walet (swallow bird nest ) terbuat dari air ludah burung itu sendiri dan dipercaya sangat berkhasiat menyembuhkan berbagai jenis penyakit, meningkatkan kekebalan tubuh, dan bergizi tinggi.90 % di ekspor ke berbagai negara asia tenggara seperti China, Hongkong, Singapura, Taiwan dll.
memelihara walet ternyata tidak mudah, perlu perlakuan khusus terutama saat memancing agar walet mau bersarang di bangunan yang kita buat,membutuhkan beberapa peralatan misalnya:alat bunyi-bunyian untuk memanggil walet, pelembab udara, parfum, kotoran walet dll. Untuk membuat sarang, burung walet membutuhkan waktu ayng lama, bisa 30 – 40 hari, bahkan di musim kemarau bisa 2 -3 kali lebih lama.
Konflik Sosial

Bangunan Walet Di tengah Kota Pangkalan Bun
Bisnis apapun jika regulasi belum jelas, perencanaan tata ruang yang salah dan pengelolaan yang tidak baik tentu akan menimbulkan banyak akibat yang bisa berdampak langsung ke masyarakat sekitar.Seperti di Kota Pangkalan bun sendiri banyak terdapat bangunan walet yang berada di tempat yang semestinya bukan untuk kepentingan bisnis tersebut, di sekitar pasar dan perumahan padat penduduk dimana system audio untuk memanggil walet ini menghasilkan suara yang bising, 24 jam non stop yang menyebabkan polusi suara, banyaknya walet yang beterbangan dan membuang kotoran di sembarang tempat, di atap-atap rumah, di jalan, di pohon-pohon menyebabkan bau dan pemandangan yang tidak sedap.Dan masih banyak potensi konflik yang lain.
Harus Bijak
Pengusaha tentunya harus bijak dalam melakukan usaha terutama bisnis sarang burung walet ini, semua dokumen dan perijinan harus dipastikan ada, di dukung dengan persetujuan warga sekitar. Pemerintah pun harus tegas dan jelas menerapkan dan membuat undang-undang dan berbagai peraturan daerah yang mengatur tentang bisnis burung walet ini, jangan sampai untuk kepentingan segelintir pengusaha akhirnya menyengsarakan dan mengusik ketenangan warga sekitar.





I am totlaly wowed and prepared to take the next step now.