Seperti kita tahu bahwa Pulau Kalimantan masih banyak sekali memiliki kawasan Hutan, dan juga daerah Perkebunan.Perkebunan-perkebunan tersebut ada yang dimiliki oleh berbagai perusahaan besar baik nasional maupun internasional, maupun perkebunan masyarakat baik berupa plasma maupun pribadi.
Salah satu kunci penting pada dunia perkebunan adalah proses pemupukan. Jika lahan yang kita miliki sangat luas sampai beribu-ribu hektar bayangkan berapa banyak tenaga yang dibutuhkan untuk melakukan proses tersebut? Untuk itulah banyak Pengusaha perkebunan telah melakukan berbagai inovasi dan mekanisasi pada proses pemupukan.
Salah satunya adalah dengan memakai Tractor dengan berbagai jenis, ada yang memakai roda ada pula yang memakai Undercarriage.
Yang cukup jarang ditemui adalah yang menggunakan Undercarriage ini karena umumnya spesifik digunakan pada daerah rolling dengan kemiringan maksimum 30 derajat, bisa juga daerah rawa / gambut kering dengan bantuan “gambangan”.
Bagian Fertilizer Spreader sendiri sejatinya sebenarnya memanfaatkan tenaga pompa hydraulic dan ditransmisikan menggunakan Hose ke sebuah motor Hydraulic dimana motor tersebut memutarĀ Shaft menuju Gearbox, gearbox ini akan memutar turbo disk ( kipas) yang akan menghempaskan pupuk ke bagian kanan dan kiri, sehingga saat unit tractor berjalan maka dari flow control akan keluar pupuk yang menyebar karena lontaran dari tenaga kipas tadi.
Tractor yang menggunakan Engine Kubota V2203 46 HP Diesel dengan Dimensi 147 x 66 x 94 dengan Track terbuat dari karet ini tampak lincah menyusuri sebuah “jalur” yang memang telah dipersiapkan sebagai lintasanya.
Seberapa besar dosis pemupukan yang dibutuhkan tanaman bisa ditentukan dari RPM mesin dan besarnya bukaan pada adjuster FLow Control.
Produktivitas alat ini akan dipengaruhi oleh proses maintenance, Kondisi areal, dan juga keahlian operator.




Thanks for the great info dog I owe you bgigity.